Wikipedia

Search results

Thursday, April 17, 2014

PEMBAHASAN PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI

 Berikut makalah mengenai pembahasan pendekatan pemprosesan informasi. Pendekatan pemrosesan  informasi adalah pendekatan kognitif di mana anak mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut. Inti dari pendekatan ini adalah proses memori dan proses berpikir.

    Link makalah nya:


  1.  SIFAT PENDEKATAN PEMPROSESAN INFORMASI

A. INFORMASI, INGATAN, DAN BERPIKIR
Pendekatan pemrosesan  informasi adalah pendekatan kognitif di mana anak mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut. Inti dari pendekatan ini adalah proses memori dan proses berpikir. Menurut pendekatan ini, anak secara bertahap mengembangkan kapasitas untuk memproses informasi, yang memungkinkan mereka untuk bisa mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang kompleks.
Behaviorisme dan model asosiatif belajar adalah kekuatan yang dominan dalam psikologi sampai tahun 1950-an dan 1960-an, ketika banyak psikologi mulai mengakui bahwa mereka tidak dapat menjelaskan pembelajaran anak-anak tanpa mengacu pada psoses mental, seperti memori dan berpikir. Istilah psikologi kognitif menjadi label untuk pendekatan yang berusaha untuk menjelaskan perilaku dengan memeriksa proses mental. Meskipun sejumlah faktor mendorong pertumbuhan psikologi kognitif, tidak ada yang lebih penting daripada perkembangan komputer.
Secara sederhana analogi sistem pemrosesan informasi aktif  yang dikemukakan oleh psikologi kognitif untuk menggambarkan hubungan antara kognisi dengan otak adalah dengan melihat sistem kerja komputer yang seakan-akan menjelaskan bagaimana kognisi manusia bekerja dengan menganalogikan  hardware sebagai otak fisik dan software sebagai kognisi.


B. SUMBER KOGNIFIK: KAPASITAS DAN KECEPATAN PENGOLAHAN    INFORMASI

            Kemampuan pengolahan informasi meningkat, dipengaruhi oleh kenaikan kapasitas dan kecepatan pemrosesan. Kenaikan kapasitar yaitu mengingat satu topik atau dimensi atau berbagai masalah sedangkan kecepetan pemprosesan yaitu seberapa cepat dalam mengelola informasi. Kedua karateristik kapasitas dan kecepatan ini sering disebut sebagai sumber daya kognifik dan memiliki pengaruh penting pada memori dan pemecahan masalah. Biologis dan pengalaman memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sumber kognitif (Bjorklund, 2011).
Kecepatan pemrosesan informasi sering mempengaruhi apa yang dapat mereka lakukan dengan informasi tersebut. Kecepatan anak dalam memproses informasi terkait dengan kopetensi mereka dalam berpikir (Bjorklund,2005, 2011). Umumnya proses yang cepat dihubungkan dengan kinerja yang baik pada tugas-tugas kognitif. Namun, beberapa kopetensi untuk kecepatan proses yang lebih lambat dapat dicapai melalui strategi yang efektif.
            Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar. Belajar tidak sekedar melibatkan antara stimulus dan respon, akan tetapi belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak, dan belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek- aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Proses belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman- pengalaman sebelumnya. Selain itu, teori kognitif mengatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya.


C. MEKANISME PERUBAHAN

Tiga mekanisme perubahan menurut Robert Siegler (1998) bekerja sama untuk menciptakan perubahan dalam tererampilan kignitif:

1.   Pengodean ( encoding )
Pengodean adalah proses di mana informasi akan disimpan dalam memori. Seiring berubahanya keterampilan kognisi anak, maka mereka akan mampu untuk melakukan pengodean terhadap informasi yang relevan dan dapat mengabaikan informasi yang tidak relevan. Namun, anak membutuhkan waktu dan usaha untuk melatih pengodean ini, agar dapat pengodean secara otomatis. Sebagai contoh, untuk anak usia 4 tahun, huruf S yang ditulis dalam tulisan melengkung yang berbeda bentuknya dari huruf S yang dicetak. Namun, anak usia 10 tahun telah belajar untuk mengodekan fakta relevan bahwa keduanya adalah huruf S dan mengabaikan perbedaan relevan dalam bentuknya.
Ada enam konsep yang dikenal dalam pengkodean (encoding), yaitu :
1.    Atensi yaitu mengkonsentrasikan dan memfokuskan sumber daya mental.
2.    Pengulangan yaitu repetisi informasi dari waktu ke waktu agar informasi lebih   lama berada dalam memori.
3.    Pemrosesan mendalam, pada bagian ini Fergus Craik dan Robert Lockhart mengatakan bahwa kita dapat memproses informasi pada berbagai level.
4.    Elaborasi
Elaborasi adalah ekstensivitas pemrosesan informasi dalam penyandian. Jadi, saat pendidik menyajikan konsep demokrasi pada peserta didik, maka mereka akan mengingatnya dengan lebih baik jika diberikan contoh yang bagus tentang demokrasi.
5.    Mengkonstruksi citra
Allan Paivio percaya bahwa memori disimpan melalui satu atau dua cara yaitu sebagai kode verbal atau kode citra/imaji dan menggunakan kode mental. 
Sebagai contoh, pada saat seseorang mengkonstruksi citra berarti  ia  telah mengelaborasi informasi, seperti menghitung jumlah jendela di rumahnya. Mungkin seseorang akan mengalami kesulitan saat menyebutkan jumlah jendela secara keseluruhan, tetapi ia akan mudah menjawab ketika menggunakan kode mental yaitu dalam mengkonstruksi citra ia dapat  menyebutkan jumlah jendela dengan berjalan secara mental di seluruh bagian rumahnya.
6.    Penataan
Penataan atau pengorganisasian informasi dalam kaitannya dengan penyandian pada memori, maka hal ini akan membawa pengaruh terhadap pemahaman, dengan kata lain, semakin baik seorang pendidik menata informasi dalam menyajikan materi pelajaran, maka semakin mudah peserta didik untuk memahami dan mengingatnya dalam memori.

2.   Otomatisitas ( Automaticy )
Otomatisitas mengacu pada kemampuan untuk memproses informasi dengan sedikit usaha atau tidak ada usaha. Ketika pengolahan informasi menjadi lebih otomatis, kita dapat menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan menangani lebih dari satu tugas pada satu waktu ( Mayer, 2008 ). Peristiwa ini terjadi karena pertambahan usia dan pengalaman  individu sehingga otomatis dalam memproses informasi, yaitu cepat dalam mendeteksi kaitan atau hubungan dari peristiwa-peristiwa yang baru dengan peristiwa yang sudah tersimpan pada memori dan akhirnya akan menemukan ide atau pengetahuan baru dari setiap kejadian. Sebagai contoh, sesekali anak-anak belajar untuk membaca dengan baik, mereka tidak berpikir tentang setiap huruf dalam kata sebagai huruf, melainkan mereka mengodekan seluruh huruf, maka hal ini adalah tugas otomatis, tidak memerlukan usaha sadar.

3.   Pengembangan strategi ( Strategy Construction )
Pengembangan strategi adalah penciptaan prosedur baru untuk memproses informasi. Dalam hal ini Siegler menyatakan bahwa anak perlu menyandikan informasi kunci untuk suatu problem dan mengkoordinasikan informasi tersebut dengan pengetahuan sebelumnya yang relevan untuk memecahkan masalah. Mengembangkan susunan strategi yang efektif dan memilih yang terbaik untuk digunakan pada tugas belajar merupakan aspek penting untuk menjadi pembelajar yang efektif (Bjorklund, 2011;Scanlan, Anderson, & Sweeney, 2010). Sebagai contoh, kegiatan membaca pada anak-anak yang mengembangkan strategi periodik untuk mengetahui apa yang telah mereka baca sejauh ini.

Selain mekanisme perubahan, pengolahan informasi anak-anak ditandai dengan modifikasi diri (Siegler,1998, 2007, 2009). Modifikasi diri dalam pemrosesan informasi secara mendalam tertuang dalam metakognisi, yang berarti kognisi atau mengetahui tentang mengetahui, yang  di dalamnya terdapat dua hal yaitu pengetahuan kognitif dengan aktivitas kognitif. Pengetahuan kognitif melibatkan usaha monitoring dan refleksi pada pemikiran seseorang pada saat sekarang, sedangkan aktivitas kognitif terjadi saat murid secara sadar menyesuaikan dan mengelola strategi pemikiran mereka pada saat memecahkan masalah dan memikirkan suatu tujuan. Berkaitan dengan modifikasi diri Deanna Kuhn mengatakan metakognisi harus lebih difokuskan pada usaha untuk membantu anak menjadi pemikir yang lebih kritis, terutama di sekolah menengah. Baginya ketrampilan kognitif   terbagi dua, yaitu mengutamakan kemampuan anak-anak untuk mengenali dunia, dan ketrampilan untuk mengetahui pengetahuannya sendiri. Model metakognitif yang disebut model pemrosesan informasi yang baik. Model ini menyatakan bahwa kognisi yang kompeten adalah hasil dari sejumlah faktor yang saling berinteraks.



    2.  PERHATIAN

A. PENGERTIAN PERHATIAN

Dalam istilah psikologi, perhatian diartikan sebagai suatu reaksi yang dilakukan oleh organisme dan kesadaran seseorang.
Perhatian adalah pemusatan sumber daya mental. Perhatian merupakan salah satu subjek kajian dalam psikologi. Karena sebuah informasi akan diolah terlebih dahulu harus melalui perhatian. Perhatian (Attention) adalah proses konsentrasi pemikiran atau pemusatan aktivitas mental (attention is a concentration of mental activity).
Proses perhatian melibatkan pemusatan pikiran dan tugas tertentu sambil berusaha mengabaikan stimulus lain yang mengganggu atau tidak relevan. Para ahli psikologi membagi perhatian ini kedalam tipe-tipe, yaitu:
1.   Perhatian selektif
Perhatian selektif adalah berkonsentrasi pada aspek spesifik dari pengalaman yang relevan dan mengabaikan pengalaman yang tidak relevan. Berkonsentrasi pada satu suara diantara suara-suara lain dalam suatu ruangan yang bising, atau restoran yang ramai, merupakan contoh perhatian selektif. Ketika anda berkonsentrasi pada jari-jari kaki anda, anda sedang melakukan perhatian selektif.



2.   Perhatian terbagi
Perhatian terbagi adalah konsentrasi pada beberapa aktivitas secara bersamaan. Jika anda mendengarkan music atau televisi, sambil membaca artikel ini, anda melakukan perhatian terbagi.
3.   Perhatian berkelanjutan
Perhatian berkelanjutan adalah  kesiapan mendeteksi dan merespons perubahan-perubahan kecil yang terjadi secara acak dilingkungan. Perhatian terus menerus juga disebut kewaspadaan. Sebagai contoh, ketika membaca buku dari awal sampai akhir tanpa ada gangguan.
4.   Perhatian eksekutif
Perhatian eksekutif adalah mencakup perencanaan tindakan, mengalokasikan perhatian pada tujuan, deteksi kesalahan dan kompensasi, memantau kemajuan pada tugas-tugas, dan berurusan dengan kondisi yang baru atau sulit. Sebagai contoh, secara efektif menyebarkan perhatian agar terlibat dalam tugas-tugas kognitif saat menulis makalah sebanyak 10 halaman dalam makalah.

            Salah satu yang faktor penyebab perhatian terbagi pada anak-anak atau remaja adalah multitasking, yaitu melibatkan tidak hanya membagi perhatian antara dua kegiatan tetapi bias melibatkan perhatian tiga atau lebih. Pengaruh paling besar dalam peningkatan multitasking adalah ketersediaan beberapa media elektronik. Banyak anak dan remaja memiliki berbagai media elektronik. Hal ini tidak biasa bagi remaja untuk secara bersamaan membagi perhatian mereka antara pekerjaan, pesan singkat, aktif didunia maya, dan melihat daftar lagu iTunes.
            Multitasking bersifat menguntungkan karena menghadirkan perluasaan infromasi  bagi anak dan remaja serta penguasaan otak untuk berbagi sumber daya pengolahan. Multitasking juga bisa mengganggu karena dapat mengalihkan perhatian dari apa yang mungkin lebih pernting pada dunia nyata.
            Perhatian terus-menerus dan eksekutif merupakan aspek yang sangat penting dari perkembangan kognifik. Ketika anak-anak dan remaja diperlukan untuk terlibat dalam tugas-tugas lebih besar, yang semakin kompleks yang membutuhkan jangka waktu lebih lama untuk menyelesaikannya, kemampuan mereka untuk mempertahankan perhatian sangat penting bagi keberhasilan tugas-tugasnya. Peningkatan perhatian eksekutif mendukung peningkatan pesat dalam control penuh usaha yang diperlukan untuk secara efektif terlibat dalam tugas-tugas akademi yang komplek.


B. PERUBAHAN PERKEMBANGAN
           
Perkembangan adalah suatu perubahan fungsional yang bersifat kualitatif, baik dari fungsi-fungsi fisik maupun mental sebagai hasil keterkaitannya dengan pengaruh lingkungan.
Perkembangan terjadi dalam kehidupan manusia karena hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik dan kemudian juga dapat di dukung pula oleh faktor lingkungan. Perkembangan ditunjukkan dengan perubahan yang bersifat sistematis, progresif dan berkesinambungan.
1. Perubahan Bersifat Sistematis
Perubahan dalam perkembangan yang ditunjukkan dengan adanya saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara aspek-aspek fisik dan psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Misalnya anak diperkenalkan bagaimana cara memegang pensil, membuat huruf-huruf dan diberi latihan oleh orang tuanya. Kemampuan belajar menulis akan mudah dan cepat dikuasai anak apabila proses latihan diberikan pada saat otot-ototnya telah tumbuh dengan sempurna, dan saat untuk memahami bentuk huruf telah diperoleh. Dengan demikian anak akan mampu memegang pensil dan membaca bentuk huruf.
2. Perubahan Bersifat Progresif
Perkembangan yang ditunjukkan dengan adanya perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan mendalam baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Misalnya, perubahan pengetahuan dan kemampuan anak dari yang bersifat sederhana berkembang ke arah yang lebih kompleks.
3.   Perubahan Bersifat Berkesinambungan
Berkesinambungan ditunjukkan dengan adanya perubahan yang berlangsung secara beraturan atau berurutan, tidak bersifat meloncat-loncat atau karena unsur kebetulan. Misalnya, agar anak mampu berlari maka sebelumnya anak harus mampu berdiri dan merangkak terlebih dahulu. Melalui belajar anak akan berkembang, dan akan mampu mempelajari hal-hal yang baru. Perkembangan akan dicapai karena adanya proses belajar, sehingga anak memperoleh pengalaman baru dan menimbulkan perilaku baru.
Perkembangan dapat bersifat evolusi maupun inevolusi artinya bahwa perkembangan yang terjadi pada manusia tidak hanya mengalami kemajuan akan tetapi juga dapat mengalami kemunduran. Perkembangan terjadi karen kematangan pola-pola dasar tingkah laku dan bukan merupakan hasil dari proses belajar.
Ada beberapa perkembangan pada manusia seperti :
1.  Perkembangan fisik
Perkembangan fisik pada manusia dapat mencakup pertumbuhan biologis. Misalnya pertumbuhan otot,otak.tulang,serta penuaan dengan berkurangnya ketajaman pandangan mata dan berkurangmya kekuatan-kekuatan otot.
2. Perkembangan Kognitif
Perkambangan kognitif pada manusia mencakup perubahan-perubahan dalam berfikir, kemampuan berbahasa yang terjadi melalui proses belajar.
3. Perkembangan Psikososial
Perkembangan psikososial berkaitan dengan perubahan-perubahan emosi dan identitas pribadi individu yaitu bagaimana seseorang berhubungan dengan keluarga, teman-teman, dan gurunya.
Perkembangan pada manusia pada dasarnya melalui fase-fase atau tahap demi tahap namun perkembangan ini tidak selamanya teratur, dapat maju maupun mundur akan tetapi pada dasarnya perkembangan tidak terjadi secara meloncat-loncat.
Dalam perkembangan seseorang harus menguasai dulu perkembangansebelum menginjak tahap ke berikutnya karena setiap keberhasilan tahap dan tugas perkembangan dibangun atas dasar penyelesaian tahap perkembangan sebelumnya kemudian diikuti oleh tahap perkembangan yang lain.
Fase merupakan tahapan-tahapan perkembangan yang di alami oleh manusia. Sedangkan tugas yaitu suatu peran yang harus di jalani seseorang dalam setiap fasenya. Fase pada manusia berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Namun kegiatan belajar ini bukan merupakan kegiatan belajar yang ilmiah. Hal-hal yang dapat menimbulkan tugas-tugas perkembangan diantaranya adaanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu, adanya dorongan cita-cita psikologis manusia yang sedang berkembang itu sendiri, dan adanya tuntutan kultural masyarakat.
Beberapa fase tahapan perkembangan anak sesuai dengan usianya:
1.  Perkembangan anak usia dini (jenjang TK)
Merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, sosial emosional, serta bahasa. Untuk membantu mengembangkan anak usia dini bisa menggunakan lagu atau instrument untuk transisi dari waktu bermain ke waktu belajar.
2.   Perkembangan anak sekolah dasar
Anak usia SD (6-12 tahun) disebut sebagai masa anak-anak (midle childhood). Pada masa inilah disebut sebagai usia matang bagi anak-anak untuk belajar. Hal ini dikarenakan anak-anak menginginkan untuk menguasai kecakapan-kecakapan baru yang diberikan oleh guru di sekolah. Salah satu tanda permulaan periode bersekolah ini ialah sikap anak terhadap keluarga tidak lagi egosentris melainkan objektif dan empiris terhadap dunia luar. Jadi dapat disimpulkan bahwa telah ada sikap intelektualitas sehingga masa ini disebut periode intelektual. Pada masa ini secara relatif anak-anak mudah untuk dididik daripada masa sebelumnya dan sesudahnya. Salah satu strategi yang digunakan untuk perkembangan anak sekolah dasar adalah dengan berfocus masuk ke peran.
3.   Perkembangan anak sekolah menengah
Perkembangan kognitif utama yang dialami pada masa anak sekolah menengah adalah formal operasional, yang mampu berpikir abstrak dengan menggunakan simbol-simbol tertentu atau mengoperasikan kaidah-kaidah logika formal yang tidak terikat lagi oleh objek-objek yang bersifat konkrit, seperti peningkatan kemampuan analisis, kemampuan mengembangkan suatu kemungkinan berdasarkan dua atau lebih kemungkinan yang ada, kemampuan menarik generalisasi dan inferensasi dari berbagai kategori objek yang beragam. Selain itu, ada peningkatan fungsi intelektual, kapabilitas memori dalam bahasa dan perkembangan konseptual. Dengan kata lain, bahasa merupakan salah satu alat vital untuk kegiatan kognitif.
4.   Perkembangan sekolah tinggi
Kemampuan kognitif terus berkembang selama masa sekolah tinggi. Akan tetapi, bagaimanapun tidak semua perubahan kognitif pada masa ini mengarah pada peningkatan potensi. Kadang-kadang beberapa kemampuan kognitif mengalami kemerosotan seiring dengan pertambahan usia. Meskipun demikian sejumlah ahli percaya bahwa kemunduran keterampilan kognitif yang terjadi terutama pada masa tersebu dapat ditingkatkan kembali melalui serangkaian pelatihan.

    3.  INGATAN

A.  PENGERTIAN INGATAN

Ingatan atau sering disebut memory adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam di psikologi kognitif dan ilmu saraf. Pada umumnya para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan hal tersebut pernah dimasukkan kedalam jiwanya dan disimpan kemudian pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning) atau pengodean, menyimpan (retention) dan menimbulkan  atau pengambilan kembali apa yang pernah dialami (remembering).

B.  PENGODEAN

Dalam bahasa sehari-hari, pengodean memiliki banyak kesamaan dangan perhatian dan pembelajaran. Pengodean terdiri atas sejumlah proses :
1.   Proses latihan yaitu, pengulangan sadar informasi dari waktu ke waktu untuk meningkatkan panjang waktu yang tetap dalam memori.
2.   Pengolahan mendalam
Pernyataan tentang tingkat teori pemrosesan menyatakan bahwa pemrosesan ingatan terjadi di kontinum dari dangkal sampai dalam, dengan pengolahan yang lebih dalam akan menghasilkan memori yang lebih baik. Para peneliti telah menemukan bahwa orang mengingat informasi lebih baik ketika mereka memprosesnya secara mendalam ( Otten, Henson, & Rugg, 2001 ).
3.   Elaborasi
Maaf memori dari penggunaan elaborasi, mengacu pada banyaknya informasi dalam proses pengodean. Penggunaan elaborasi akan berubah dalam perkembangannya (Schneider, 2011). Salah satu alasan elaborasi bekerja dengan baik dalam pengodean adalah bahwa elaborasi menambah kekhasan kode memori.
4.   Membangun gambar
Ketika  kita membangun sebuah citra dari sesuatu, maka kita malakukan penguraian informasi. Allan Paivio (1971, 1986) berpendapat bahwa memori disimpan dengan salah satu dari dua cara yaitu, sebagai kode verbal atau sebagai kode gambar berupa gambar label atau gambar mental. Semakin rinci dank has kode gambar, maka semakin baik memori dalam mengingat informasi.
5.   Organisasi
Menyajikan informasi dengan secara terorganisasi maka akan mudah untuk mengingatnya terutama jika mengatur informasi secara hierarki atau garis besar.
6.   Membingkah
Membingkah adalah strategi pengorganisasian memori yang menguntungkan yang melibatkan pengelompokan. Proses membingkah bekerja dengan membuat sejumlah informasi besar lebih mudah dikelola dan lebih bermakna.


C.     PENYIMPANAN           

Ingatan disimpan dalam tiga sistem penyimpanan informasi, yaitu memori sensori (sensory memory), memori jangka pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term memory).

1.  Memori Sensoris
Memori sensoris adalah ingatan yang berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh pancaindera. Setiap pancaindera memiliki satu macam memori sensoris. Memori Sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil. Jadi, di dalam diri manusia ada beberapa macam sensori-motorik, yaitu sensori-motorik visual (penglihatan), sensori-motorik audio (pendengaran), dan sebaganya.  Memori sensorik cukup pendek, dan biasanya akan menghilang segera setelah apa yang kita rasakan berakhir. Sebagai contoh, ketika anda melihat. Kita melihat ratusan hal ketika berjalan selama beberapa menit. Meskipun perhatian tertuju oleh sesuatu yang anda lihat, itu segera terlupakan oleh sesuatu yang lain yang menarik perhatian anda di antara sekian banyak yang ditangkap indera penglihatan.
Ketika kita mendengar sesuatu, melihat sesuatu, atau meraba sesuatu, informasi-informasi dari indera-indera itu diubah dalam bentuk impuls-impuls neural (bentuk neuron) dan dikirim ke bagian-bagian tertentu dari otak. Proses tersebut berlangsung dalam sepersekian detik.
Sebenarnya memori sensoris berkapasitas besar untuk menyimpan informasi, akan tetapi yang disimpan tersebut cepat sekali menghilang, dikatakan bahwa informasi tersebut akan menghilang setelah sepersepuluh detik, lalu akan menghilang sama sekali setelah lewat dari satu detik.
Keberadaan memori sensoris mempunyai peran yang penting dalam hidup manusia. Orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Dengan begitu ada proses seleksi dari kesadaran, mana informasi yang diperlukan dan mana yang tidak.




2.  Memori Jangka Pendek
Memori jangka pendek atau sering disebut dengan short-term memory atau working memory adalah suatu proses penyimpanan memori sementara, artinya informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi tersebut masih dibutuhkan. Ingatan jangka pendek adalah tempat kita menyimpan ingatan yang baru saja kita pikirkan. Ingatan yang masuk dalam memori sensoris diteruskan kepada ingatan jangka pendek. Ingatan jangka pendek berlangsung sedikit lebih lama dari memori sensoris, selama anda menaruh perhatian pada sesuatu, anda dapat mengingatnya dalam ingatan jangka pendek.
Dari memori jangka pendek ini, ada sebagian materi yang hilang, sebagian lagi diteruskan ke dalam ingatan jangka panjang. Jika kita mengingat kembali akan suatu informasi, informasi dari ingatan jangka panjang tadi akan dikembalikan ke ingatan jangka pendek. Misal, pada nomor telepon yang telah anda ulang terus sampai anda bisa menuliskannya, dan nomor tersebut akan tetap tersimpan dalam memori anda selama anda aktif memikirkannya. Jika anda berhenti memberikan perhatian pada itu, maka akan terhapus dalam waktu 10-20 detik. Dalam rangka untuk mengingat sesuatu berikutnya, otak mentransfernya ke memori jangka panjang. Proses mengingat nomor telepon, pada kenyataannya, suatu cara untuk memindahkan nomor dari  memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Jumlah informasi yang bisa disimpan dalam memori jangka pendek sangat terbatas. Hanya lima hingga sembilan informasi saja yang dapat berada dalam memori jangka pendek sekaligus. Setiap kali anda memberikan perhatian ke informasi baru yang berasal dari memori sensorik, Anda harus mendorong keluar sesuatu yang telah anda perhatikan sebelumnya. Misalnya, jika ada sesuatu yang mengganggu konsentrasi anda ketika berlatih mengulang nomor telepon sebelum informasi nomor tersebut mencapai ke memori jangka panjang, maka informasi akan terlempar keluar dan anda harus melihat dan  mengingat kembali.
Memori jangka pendek terdiri dari tiga unit terpisah;
·    Putaran fonologi
Menyimpan dan mengingat kembali kata-kata yang saat itu sedang dipikirkan. Baddeley (1975) dalam penelitiannya, meminta partisipan mengingat kembali beberapa daftar pendek berisi kata-kata secara berurutan. Ia menemukan bahwa partisipan mampu mengingat kata-kata yang mereka sebutkan dalam dua detik. Kesimpulannya, putaran fonologi dapat menyimpan kata dengan baik dalam dua detik.
·    Memori kerja visuospasial
Menyimpan informasi visual dan spasial, termasuk citra visual. Seperti lingkaran fonologi memori kerja visuospasial memiliki kapasitas terbatas. Putaran fonologi dan memori kerja visuospasial memeiliki fungsi independen.
·    Para eksekutif pusat
Mengintegrasikan informasi tidak hanya dari lingkaran fonologi dan memori kerja visuospasial, tetapi juga dari memori jangka panjang.

Tiga studi terbaru menggabrakan bagaimana memori kerja berperan penting dalam perkembangan kognitif anak:
1.     Memori bekerja dan mengontrol perhatian memperkirakan pertumbuhan dalam munculnya bakat kesastraan dan matematis pada anak-anak muda dalam keluarga berpenghasilan rendah (Welsh & lain, 2010)
2.     Kapasitas memori yang bekerja pada anak usia 9 sampai 10 tahun memperkirakan pemahaman bahasa asing dua tahun kemudian pada usia 11 sampai 12 tahun (Andersson, 2010).
3.     Kapasitas memori kerja memprediksi berapa banyak item dalam daftar yang harus diingat oleh anak kelas 4 dari item yang dilupakan (Asia, Zellner, & Bauml, 2010).

3.  Memori Jangka Panjang

Memori jangka panjang (long term memory) adalah suatu proses memori atau ingatan yang bersifat permanen, artinya informasi yang disimpan sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang. Kapasitas yang dimiliki ingatan jangka panjang ini tidak terbatas. Memori jangka panjang adalah gundangnya informasi yang dimiliki oleh manusia. Ingatan jangka  panjang berisi informasi dalam kondisi psikologis masa lampau, yaitu semua informasi yang telah disimpan, tetapi saat ini tidak sedang dipikirkan.
Informasi yang disimpan dalam ingatan jangka panjang diduga dapat bertahan dalam waktu yang panjang bahkan selamanya. Kehilangan ingatan pada ingatan jangka panjang ini hanya dimungkinkan apabila seseorang mengalami kerusakan fungsional dari sistem ingatannya.
Proses masuknya informasi ke dalam memori jangka panjang tetap melalui tahap memori sensoris. Pada tahap ini informasi dari luar yang diterima oleh indera diubah menjadi impuls-impuls neural sesuai dengan masing-masing fungsi indera, kemudian impuls-impuls neural yang mengandung informasi ini diteruskan ke ingatan jangka pendek. Setelah informasi masuk ke dalam ingatan jangka pendek, di seleksi sedemikian rupa mana yang dianggap penting dan tidak, kemudian diteruskan ke ingatan jangka panjang.
Sebelum masuk ke memori jangka panjang, informasi yang telah disaring pada ingatan jangka pendek, perlu dilakukan proses semantic atau imagery coding. Jadi, memori jangka panjang akan melakukan penyaringan informasi berdasarkan arti dari informasi tersebut, makna, keadaan emosi, gambaran akibat dan sebagainya, oleh karena itu penyimpanan informasi dapat berlangsung secara permanen.
Tujuan sebuah informasi dimasukkan ke dalam memori jangka panjang adalah untuk Anda ingat selamanya. Hebatnya, ingatan yang telah tersimpan dalam memori jangka panjang bisa anda munculkan kembali saat Anda menginginkannya. Kemampuan mengenang atau menarik ingatan kembali ini disebut recall memory. Ketika seseorang yang anda sayangi pergi dari sisi anda, mungkin anda akan mengingat kembali kenangan-kenangan yang tersimpan dalam memori jangka panjang Anda. Anda dapat mengingat dengan sangat detil bahkan tanpa Anda sadari bahwa Anda telah menyimpan informasi tersebut. Anda mungkin mengenang tempat di mana Anda menghabiskan waktu dengan orang tersebut dengan mengingat pemandangan, bau dan bahkan perasaan dengan akurasi yang mengejutkan.

4.   Isi Memori Jangka Panjang

Memori jangka panjang dibagi menjadi dua subtype yaitu,
1.      Memori Deklaratif adalah ingatan sadar informasi, seperti fakta-fakta atau peristiwa tertentu yang dapat dikomunikasikan secara verbal. Memori deklaratif disebut “mengetahui bahwa” (versus “mengetahui bagaimana”) dan baru-baru ini diberi label “memori eksplisit” (versus “memori implisit”). Memori deklaratif terbagi menjadi dua bagian yaitu:
¨          Memori episodik adalah retensi informasi tentang di mana dan kapan kejadian hidup.
¨          Memori semantic adalah adalah pengetahuan umum seorang individu tentang dunia, identitas independen individu dengan masa lalu.
Memori ini semantic meliputi :
·    Pengetahuan seperti yang dipelajari disekolah (pengetahuan  geometric).
·    Pengetahuan dalam berbagai bidang keahlian (penegetahuan catur).
·    Pengetahuan “setiap hari”tentang makna kata-kata, orang-orang terkenal, tempat-tempat penting, dan hal-hal umum (seperti arti kata pertinacious atau siapa Nelson Mandela).
2.      Memori non-deklaratif adalah pengetahuan procedural dalam bentuk keterampilan dan operasi kognitif. Memori non-deklaratif tidak dapat diingat secara sadar, setidaknya tidak dalam bentuk pristiwa fakta tertentu.


5.   Menggambarkan Informasi Dalam Memori

       Menggambarkan informasi dalam memori ada tiga teori utama, yaitu jaringan, skema, dan jejak kabur.
a.       Teori jaringan, teori yang menggambarkan bagaimana informasi dalam memori diatur dan terhubung, mereka menekankan simpul dalam jaringan memori.
b.       Teori skema, teori yang didasarkan pada premis bahwa ketika kita membangun informasi, kita menyatukannya dengan informasi yang sudah ada dalam pikiran kita. Dan yang dimaksud dengan skema adalah informasi konsep, pengetahuan, informasi tentang pristiwa yang sudah ada dalam pikiran seseorang.
c.       Skip, skema untuk sebuah kejadian. Skip sering mengandung informasi tentang ciri-ciri fisik, orang, dan kejadian khas, jenis informasi yang membantu ketika mencari tahu apa yang terjadi disekitarnya.
d.       Teori jejak kabur, yaitu variasi lain dari bagaimana individu merekonstruksi ingatan mereka. Pernyataan bahwa memori yang paling baik dipahami dengan mempertimbangkan dua jenis representasi memori :
1.     Jejak memori verbatim, yang terdiri atas rincian yang tepat.
2.     Jejak kabur, atau inti, yang merupakan ide sentral dari informasi.
Dalam teori ini, memori anak lebih baik dikaitkan dengan jejak kabur yang dibuat dengan mengekstraksi inti n informasi.



D. PENGAMBILAN DAN MELUPAKAN

            Faktor yang mempengaruhi pengambilan adalah sifat isyarat yang digunakan seseorang untuk membangkitkan memori (Homa, 2008). Pertimbangan lain dalam memahami pengambilan adalah prinsip kekhususan pengodean yaitu prinsip bahwa asosiasi yang terbentuk pada saat pengodean atau pembelajaran cenderung menjadi isyarat pengambilan yang efektif. Semakin banyak uraian yang digunakan dalam pengodean informasi, maka semakin baik memori mereka akan informasi.
            Aspek lain dari pengambilan adalah sifat dari tugas pengambilan itu sendiri. Memanggil adalah tugas memori dimana individu harus mengambil informasi yang dipelajari sebelumnya. Pengakuan adalah tugas memori dimana individu hanya harus menidentifikasi (mengenali) informasi yang sudah dipelajari, seperti yang sering terjadi pada tes pilihan ganda.
            Melupakan isyarat bergantung dalah kegagalan pengambilan yang disebabkan oleh kurangnya petunjuk pengambilan yang efektif. Gagasan melupakan isyarat bergantung dapat menjelaskan mengapa siswa mungkin gagal untuk mengambil fakta yang dibutuhkan untuk ujian, bahkan ketika dia yakin bisa tahu informasi tersebut. Prinsip melupakan isyarat bergantung ini konsisten dengan teori gangguan, yang menyatakan bahwa kita lupa bukan karena kita benar-benar kehilangan memori dari penyimpanan malainkan karena informasi lain menghalangi apa yang coba kita ingat.
            Sumber lain dari melupakan adalah pembusukan memori. Menurut teori prluruhan pembelajaran baru yang melibatkan penciptaan jejak memori neurokimia pada akhirnya akan luruh. Dengan demikian teori peluruhan menunjukan bahwa perjalanan waktu bertanggungjawab pada melupakan. Penelitian memori terdepan sekarang mengacu pada melupakan yang terjadi dengan berlalunya waktu sebagai kefanaan (Daniel Schacter 2001). Peluruhan memori pada kecepatan yang berbeda. Beberapa kenangan yang hidup dan bertahan untuk jangka waktu yang lama, terutama ketika mereka memiliki ikatan-ikatan emosional.



   4. KEAHLIAN

Keahlian disini berhubungan dengan kemampuan kita untuk mengingat informasi baru tentang subjek. Kemampuan kita untuk mengingat informasi suatu subjek bergantung apa yang telah kita ketahui tentangnya (Carver & Klahr, 2001; Ericson & yang lainnya, 2006; Keil 2006). Sebagai contoh, kemampuan seorang siswa untuk menceritakan apa yang ia lihat ketika ia berada di perpustakaan sebagian besar ditentukan oleh apa yang telah ia ketahui tentang perpustakaan, seperti dimanakah letak buku dengan topic tertentu dan cara meminjam buku. Apabila pengetahuannya akan perpustakaan sangat sedikit, siswa tersebut akan memiliki lebih banyak kesulitan dalam meceritakan apa yang ada di sana. Salah satu alasan mengapa anak mengingat lebih sedikit ketimbang orang deawasa adalah karena mereka kurang ahli dalam banyak bidang.

1.        Keahlian dan Pembelajaran
Mempelajari perilaku dan proses pikiran para ahli bisa memberikan kita wawasan tentang cara membimbing para siswa untuk menjadi pelajar yang lebih efektif. Menurut Dewan Penelitian Nasional(1999),mereka lebih baik daripada pemula dalam hal berikut:
a.        Mendeteksi fitur dan pola bermakna informasi
b.       Mengumpulkan lebih banyak konten pengetahuan dan mengaturnya dengan cara menunjukkan pemahaman tentang topik
c.         Mendapatkan kembali aspek pengetahuan yang penting dengan sedikit usaha.
d.        Beradaptasi pendekatan dengan situasi baru
e.         Menggunakan stratetegi yang efektif

2.        Pola Organisasi yang Bermakna
Di dalam mendeteksi fitur dan pola organisasi yang berarti ini para ahli lebih baik dalam memperhatikan fitur – fitur penting dari masalah dan konteks yang mungkin diabaikan oleh para pemula (Bransford & yang lainnya, 2006). Para ahli juga memiliki pengingatan kembali yang lebih baik akan informasi dalam bidang keahlian mereka.

3.        Organisasi dan Kedalaman Pengetahuan
Pengetahuan para ahli diatur di sekitar idea tau konsep penting lebih baik bila dibandingkan dengan pengetahuan para pemula (National Research Council, 1999). Ini memberi para ahli pemahaman yang jauh lebih mendalam akan pengetahuan dibandingkan yang dimiliki para pemula (Bransford &yang lainnya, 2006; Simon, 2001; Voss & yang lainnya, 1984). Para ahli bidang tertentu biasanya memiliki jaringan informasi yang jauh lebih terelaborasi tentang bidang tersebut dibandingkan para pemula. Informasi yang mereka hadirkan dalam memori mempunyai lebih banyak titik temu, lebih banyak keterkaitan, dan organisasi hierarki yang lebih baik.

4.        Pemanggilan Cepat
Pengambilan kembali informasi yang relevan dapat dilakukan dengan banyak usaha, sedikit usaha, atau tanpa usaha sama sekali (National Research Council, 1999). Para ahli mendapatkan mendapatkan kembali informasi dalam cara yang hamper tanpa usaha dan otomatis, sementara para pemula mengembangkan banyak usaha untuk mendapatkan kembali informasi. Sebagai contoh, para pembaca yang sudah ahli bisa dengan cepat menandai kata-kata dari sebuah kalimat dan paragraf namun kemampuan para pembaca yang masih pemula untuk mengkodekan kata – kata masih belum lancar, sehingga mereka harus mengalokasikan banyak perhatian.

5.        Keahlian Adaptif
Pertanyaan penting lainnya adalah apakah beberapa cara dalam menata pengetahuan adalah lebih baik ketimbang cara lainnya dalam rangka membantu orang lebih fleksibel dan beradaptai dengan situasi baru (Dewan Riset Nasional,,hlm.33).Ahli adaptif dapat melakukan pendekatan terhadap situasi baru dengan fleksibel dari pada selalu menanggapi dengan rutinitas tetap dan kaku(Gambrell,Malloy,dan Anders-Mazzoni,2007).

6.        Strategi
Para ahli menggunakan strategi yang efektif dalam memahami informasi dalam bidang keahlian mereka dan dalam mengajukannya. Adapun beberapa strategi efektif yang bisa dikembangkan siswa untuk menjadi ahli dalam pembelajaran:
a.        Menyebarkan dan mengonsolidasi pembelajaran
Proses belajar siswa akan banyak tertolong apabila dosen bicara dengan mereka tentang arti penting dari review atas apa yang telah mereka pelajari. Contohnya seperti pembelajaran yang membutuhkan periode yang lebih lama seperti mempersiapkan UAS,bagi siswa yang mepersiapkan ujian akan mendapatkan manfaat dari distribusi pembelajaran selama periode yang lebih lama daripada hanya pembelajaran yang tergesa – gesa yang cenderung menghasilkan memori jangka pendek yang diproses secara dangkal, bukanya secara mendalam.
b.       Mengajukan pertanyaan untuk diri sendiri
Strategi pengajuan pertanyaan untuk diri sendiri ini bisa membantu anak dalam mengingat informasi.Ketika anak menanyai diri mereka sendiri tentang apa yang telah mereka baca atau tentang satu kegiatan,mereka memperluas jumlah asosiasi dengan informasi yang mereka butuhkan untuk diambil.
c.        Mencatat dengan baik
Mencatat adalah strategi yang bagus untuk menjadikan anak ahli dalam pembelajaran karena hal ini akan memberikan manfaat untuk mereka. Adapun beberapa strategi pencatatan yang bagus yaitu ringkasan, menulis garis besar, peta konsep. Ketiga strategi pencatatan tersebut membantu anak – anak memgevaluasi ide yang paling penting untuk diingat.
d.        Menggunakan sistem studi
Sistem studi yang baru dikembangkan untuk menjadikan anak ahli dalam pembelajaran adalah PQ4R yang merupakan singkatan dari Preview, Question, Read, Reflect, Recite dan Review.
1)  Preview adalah memberitahu siswa untuk secara singkat menyurvei materi guna mendapatkan organisasi secara keseluruhan.
2)  Question berarti mendorong siswa mananyai diri mereka sendiri tentang materi tersebut.
3)   Read berarti mendorong siswa  untuk membaca dan menjadi pembaca yang aktif.
4)   Reflect berarti mendorong siswa untuk bersikap analitis dalam belajar.
5)   Recite berarti Mendorong siswa untuk membuat pertanyaan mengenai materi tersebut.
6)   Review berarti memeberitahu siswa untuk membaca lagi seluruh materi dan mengevaluasi apa yang mereka ketahui.

7.   Memperoleh Keahlian
Dalam memperoleh keahlian, maka ada dua hal yang harus menjadi perhatian, yaitu:
a.    Latihan dan motivasi
Latihan yang disengaja adalah syarat untuk menjadi seorang ahli atau pakar. Ini bukan hanya satu jenis latihan. Ini meliputi latihan tugas pada level kesulitan yang tepat untuk individual, memberikan umpan balik informasi, mengizinkan kesempatan untuk repitisi, dan mengizinkan koreksi kesalahan (Ericson, 1996). Latihan yang panjang itu membutuhkan motivasi yang besar.
b.   Bakat
Sejumlah psikolog yang mempelajari keahlian berpendapat bahwa keahlian bukan hanya membutuhkan latihan dan motivasi tetapi juga bakat(Hunt,2006;Strenberg,2009) meskipun deminkian bakat yang dibawa tidak akan berhasil tanpa adanya motivasi dan latihan.


     5. METAKOGNISI

Pengetahuan metakognitif bisa dibedakan dari aktivitas metakognitif. Pengetahuan metakognitif melibatkan pemantauan dan refleksi pemikiran terbaru seseorang. Ini mencakup pengetahuan factual, seperti pengetahuan tentang tugas, tujuan diri sendiri dan pengetahuan strategis, seperti bagaimana kita menggunakan prosedur tersebut dalam menyelesaikan suatu masalah. Aktivitas metakognitif terjadi ketika para siswa secara sadar menyesuaikan dan mengatur strategi pemikiran mereka selama menyelesaikan permasalahan dan pemikiran yang memiliki maksud tertentu (Ferrari & Sternberg, 1998;Khun,dan lainnya, 1995).
Seorang ahli dalam pemikiran anak-anak, Denna Khun berpendapat bahwa metakognisi seharusnya merupakan fokus dari usaha untuk membantu anak-anak pemikir kritis yang lebih baik, terutama dalam tingkat menengah pertama dam menengah atas. Ketrampilan kognitif urutan pertama memungkinkan anak-anak untuk mengetahui tentang dunia (dan telah merupakan fokus utama dari program pemikran kritis), dan ketrampilan kognitif urutan kedua-ketrampilan meta pengetahuan- yang melibatkan pengetahuan tentang diri sendiri dan orang lain.

1.          Perubahan Perkembangan

Banyak studi perkembangan yang diklasifikasikan sebagai “metakognitif” memfokuskan pada meta memori, atau pengetahuan tentang mamori. Ini mencakup pengetahuan umum tantang memori, seperti pengtahuan bahwa tes pengenalan lebih mudah ketimbang tes mengingat. Pada usia lima atau enam tahun, anak biasanya mengetahui bahwa item yang familiar lebih mudah untuk dipelajari ketimbang item yang kurang dikenal, bahwa daftar pendek lebih mudah ketimbang mengingat dan bahwa lupa lebih mungkin terjadi seiring dengan berjalannya waktu (lyon & Flavell, 1993).



2.  Model Pemrosesan Informasi yang Baik
Para ahli yakin bahwa ada tiga langkah utama untuk menjadikan kognisi anak-anak menjadi baik, yaitu:
a.       Anak-anak diajarkan oleh orang tua atau guru untuk menggunakan strategi tertentu. Semakin sering anak-anak diberikan stimulasi intelektual baik disekolah maupun dirumah maka akan memperbanyak strategi spesifik yang akan mereka temui dan mereka pelajari.
b.      Guru dapat menunjukkan persamaan dan perbedaan dalam banyak strategi dalam bidang tertentu.Seperti matematika ,yang memotivasi siswa untuk melihat fitur berbagi startegi yang berbeda.Hal ini menyebabkan relasional yang lebih baik.
c.       Siswa mengenali manfaat umum dari penggunaan strategi yang nantinya menghasilkan pengetahuan strategi umum. Mereka berusaha menggabungkan hasil pembelajaran yang dirasa berhasil dengan hasil pembelajaran dengan usaha yang mereka kerahkan dalam mengevaluasi, memilih dan memantau penggunaan strategi (pengetahuan dan aktivitas metakognitif).

2.   Strategi dan Regulasi Metakognitif

Kunci dari pendidikan adalah membantu para siswa mempelajari strategi yang kaya yang nantinya dapat menghasilkan solusi dari sebuah masalah.Kebanyakan anak mendapatkan keuntungan dari menggunakan beberapa startegi dan menjelajahi mana yang  bekerja dengn baik kapan dan di mana.Sebagai contoh guru dapat memperagakan startegi untuk siswa mengajukkan pertanyaan yang membantu pemikiran panduan siswa dalam berbagai bidang konten. Dengan latihan, para siswa belajar untuk menjalankan strategi tersebut dengan lebih mudah dan lebih cepat. Latihan berarti para siswa meggunakan strategi yang efektif secara terus menerus sampai mereka benar-benar dapat melakukannya secara otomatis. Untuk menjalankan strategi dengan efektif mereka harus menyimpan strategi tersebut dalam jangka panjang, dan latihan. Para pelajar juga harus termotivasi untuk menjalankan strategi ini, jadi upaya yang penting untuk membantu para siswa mengembangkan strategi adalah setelah strategi dipelajari, mereka biasanya membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempelajarinya sebelum dapat menggunakannya secara efisien.


                                    PENUTUP


      Kesimpulan :

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan:

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari suatu otak. Laura Bickford menceritakan bagaimana dia menggunakan setrategi metakognitif, selain menangani metakognisi kita akan mengeksplirasikan apa makna dari mengambil pendekatan pemrosesan informasi dalam mengajari dan memeriksa. Tiga aspek penting dari kognisi yang meliputi perhatian, memori dan keahlian sehingga siswa dapat memperoses informasi secara lebih efektif dalam proses belajar dan pembelajaran di kelas.

2 comments: