Berikut makalah mengenai pembahasan pendekatan pemprosesan informasi. Pendekatan pemrosesan informasi adalah pendekatan kognitif di mana anak mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut. Inti dari pendekatan ini adalah proses memori dan proses berpikir.
Link makalah nya:
https://www.dropbox.com/s/mk6rvlwwr7k9bfd/MAKALAH%20PSI%20PENDIDIKAN.docx
Dan ini PPT nya:
https://www.dropbox.com/s/dhjdd2sm996y1id/PAPARAN%20MOMMY.pptx
Dan ini PPT nya:
https://www.dropbox.com/s/dhjdd2sm996y1id/PAPARAN%20MOMMY.pptx
1. SIFAT
PENDEKATAN PEMPROSESAN INFORMASI
A. INFORMASI, INGATAN, DAN BERPIKIR
Pendekatan
pemrosesan informasi adalah pendekatan kognitif di mana anak
mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan
informasi tersebut. Inti dari pendekatan ini adalah proses memori dan proses
berpikir. Menurut pendekatan ini, anak secara bertahap mengembangkan kapasitas
untuk memproses informasi, yang memungkinkan mereka untuk bisa mendapatkan
pengetahuan dan keahlian yang kompleks.
Behaviorisme dan model asosiatif
belajar adalah kekuatan yang dominan dalam psikologi sampai tahun 1950-an dan
1960-an, ketika banyak psikologi mulai mengakui bahwa mereka tidak dapat
menjelaskan pembelajaran anak-anak tanpa mengacu pada psoses mental, seperti
memori dan berpikir. Istilah psikologi kognitif menjadi label untuk pendekatan
yang berusaha untuk menjelaskan perilaku dengan memeriksa proses mental.
Meskipun sejumlah faktor mendorong pertumbuhan psikologi kognitif, tidak ada
yang lebih penting daripada perkembangan komputer.
Secara sederhana analogi sistem
pemrosesan informasi aktif yang dikemukakan oleh psikologi kognitif
untuk menggambarkan hubungan antara kognisi dengan otak adalah dengan melihat
sistem kerja komputer yang seakan-akan menjelaskan bagaimana kognisi manusia
bekerja dengan menganalogikan hardware sebagai otak
fisik dan software sebagai kognisi.
B.
SUMBER KOGNIFIK: KAPASITAS DAN KECEPATAN PENGOLAHAN INFORMASI
Kemampuan pengolahan
informasi meningkat, dipengaruhi oleh kenaikan kapasitas dan kecepatan
pemrosesan. Kenaikan kapasitar yaitu mengingat satu topik atau dimensi atau
berbagai masalah sedangkan kecepetan pemprosesan yaitu seberapa cepat dalam
mengelola informasi. Kedua karateristik kapasitas dan kecepatan ini sering
disebut sebagai sumber daya kognifik dan memiliki pengaruh penting pada memori
dan pemecahan masalah. Biologis dan pengalaman memberikan kontribusi terhadap
pertumbuhan sumber kognitif (Bjorklund, 2011).
Kecepatan
pemrosesan informasi sering mempengaruhi apa yang dapat mereka lakukan dengan
informasi tersebut. Kecepatan anak dalam memproses informasi terkait dengan
kopetensi mereka dalam berpikir (Bjorklund,2005, 2011). Umumnya proses yang
cepat dihubungkan dengan kinerja yang baik pada tugas-tugas kognitif. Namun,
beberapa kopetensi untuk kecepatan proses yang lebih lambat dapat dicapai melalui
strategi yang efektif.
Teori belajar kognitif lebih
mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar. Belajar tidak sekedar
melibatkan antara stimulus dan respon, akan tetapi belajar merupakan perubahan
persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku
yang nampak, dan belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan,
retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek- aspek kejiwaan lainnya.
Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat
kompleks. Proses belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan stimulus yang
diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan
terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman-
pengalaman sebelumnya. Selain itu, teori kognitif mengatakan bahwa tingkah laku
seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan
dengan tujuan belajarnya.
C. MEKANISME PERUBAHAN
Tiga
mekanisme perubahan menurut Robert Siegler (1998) bekerja sama untuk
menciptakan perubahan dalam tererampilan kignitif:
1. Pengodean ( encoding )
Pengodean adalah proses di mana informasi akan disimpan
dalam memori. Seiring berubahanya keterampilan kognisi anak, maka mereka akan
mampu untuk melakukan pengodean terhadap informasi yang relevan dan dapat
mengabaikan informasi yang tidak relevan. Namun, anak membutuhkan waktu dan usaha
untuk melatih pengodean ini,
agar dapat pengodean secara otomatis. Sebagai
contoh, untuk anak usia 4 tahun, huruf S yang ditulis dalam tulisan melengkung
yang berbeda bentuknya dari huruf S yang dicetak. Namun, anak usia 10 tahun telah
belajar untuk mengodekan fakta relevan bahwa keduanya adalah huruf S dan
mengabaikan perbedaan relevan dalam bentuknya.
Ada enam konsep yang dikenal dalam pengkodean
(encoding), yaitu :
1. Atensi
yaitu mengkonsentrasikan dan memfokuskan sumber daya mental.
2. Pengulangan yaitu repetisi informasi dari
waktu ke waktu agar informasi lebih lama
berada dalam memori.
3. Pemrosesan mendalam, pada bagian ini Fergus
Craik dan Robert Lockhart mengatakan bahwa kita dapat memproses informasi pada
berbagai level.
4. Elaborasi
Elaborasi adalah ekstensivitas
pemrosesan informasi dalam penyandian. Jadi, saat pendidik menyajikan konsep
demokrasi pada peserta didik, maka mereka akan mengingatnya dengan lebih baik
jika diberikan contoh yang bagus tentang demokrasi.
5. Mengkonstruksi
citra
Allan Paivio percaya
bahwa memori disimpan melalui satu atau dua cara yaitu sebagai kode verbal atau
kode citra/imaji dan menggunakan kode mental.
Sebagai contoh, pada
saat seseorang mengkonstruksi citra berarti ia telah
mengelaborasi informasi, seperti menghitung jumlah jendela di rumahnya. Mungkin
seseorang akan mengalami kesulitan saat menyebutkan jumlah jendela secara
keseluruhan, tetapi ia akan mudah menjawab ketika menggunakan kode mental yaitu
dalam mengkonstruksi citra ia dapat menyebutkan jumlah jendela
dengan berjalan secara mental di seluruh bagian rumahnya.
6. Penataan
Penataan atau pengorganisasian
informasi dalam kaitannya dengan penyandian pada memori, maka hal ini akan
membawa pengaruh terhadap pemahaman, dengan kata lain, semakin baik seorang
pendidik menata informasi dalam menyajikan materi pelajaran, maka semakin mudah
peserta didik untuk memahami dan mengingatnya dalam memori.
2.
Otomatisitas
( Automaticy )
Otomatisitas mengacu pada kemampuan untuk memproses informasi
dengan sedikit usaha atau tidak ada usaha. Ketika pengolahan informasi menjadi
lebih otomatis, kita dapat menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan menangani
lebih dari satu tugas pada satu waktu ( Mayer, 2008 ). Peristiwa
ini terjadi karena pertambahan usia dan pengalaman individu sehingga otomatis dalam memproses
informasi, yaitu cepat dalam mendeteksi kaitan atau hubungan dari
peristiwa-peristiwa yang baru dengan peristiwa yang sudah tersimpan pada memori
dan akhirnya akan menemukan ide atau pengetahuan baru dari setiap kejadian. Sebagai
contoh, sesekali anak-anak belajar untuk membaca dengan baik, mereka tidak
berpikir tentang setiap huruf dalam kata sebagai huruf, melainkan mereka
mengodekan seluruh huruf, maka hal ini adalah tugas otomatis, tidak memerlukan
usaha sadar.
3. Pengembangan strategi ( Strategy Construction )
Pengembangan strategi adalah penciptaan prosedur baru untuk
memproses informasi. Dalam hal ini Siegler menyatakan bahwa
anak perlu menyandikan informasi kunci untuk suatu problem dan
mengkoordinasikan informasi tersebut dengan pengetahuan sebelumnya yang relevan
untuk memecahkan masalah. Mengembangkan susunan strategi yang efektif
dan memilih yang terbaik untuk digunakan pada tugas belajar merupakan aspek
penting untuk menjadi pembelajar yang efektif (Bjorklund, 2011;Scanlan,
Anderson, & Sweeney, 2010). Sebagai contoh, kegiatan membaca pada anak-anak
yang mengembangkan strategi periodik untuk mengetahui apa yang telah mereka
baca sejauh ini.
Selain mekanisme perubahan, pengolahan
informasi anak-anak ditandai dengan modifikasi diri (Siegler,1998, 2007, 2009).
Modifikasi
diri dalam pemrosesan informasi secara mendalam tertuang dalam metakognisi, yang
berarti kognisi atau mengetahui tentang mengetahui, yang di dalamnya
terdapat dua hal yaitu pengetahuan kognitif dengan aktivitas kognitif. Pengetahuan
kognitif melibatkan usaha monitoring dan refleksi pada pemikiran seseorang pada
saat sekarang, sedangkan aktivitas kognitif terjadi saat murid secara sadar
menyesuaikan dan mengelola strategi pemikiran mereka pada saat memecahkan
masalah dan memikirkan suatu tujuan. Berkaitan dengan modifikasi diri Deanna
Kuhn mengatakan metakognisi harus lebih difokuskan pada usaha untuk membantu
anak menjadi pemikir yang lebih kritis, terutama di sekolah menengah. Baginya
ketrampilan kognitif terbagi dua, yaitu mengutamakan kemampuan
anak-anak untuk mengenali dunia, dan ketrampilan untuk mengetahui
pengetahuannya sendiri. Model metakognitif yang disebut model pemrosesan
informasi yang baik. Model ini menyatakan bahwa kognisi yang kompeten adalah
hasil dari sejumlah faktor yang saling berinteraks.
2. PERHATIAN
A. PENGERTIAN PERHATIAN
Dalam
istilah psikologi, perhatian diartikan sebagai suatu reaksi yang dilakukan oleh
organisme dan kesadaran seseorang.
Perhatian
adalah pemusatan sumber daya mental. Perhatian merupakan salah satu subjek
kajian dalam psikologi. Karena sebuah informasi akan diolah terlebih dahulu
harus melalui perhatian. Perhatian (Attention) adalah proses konsentrasi
pemikiran atau pemusatan aktivitas mental (attention is a concentration of
mental activity).
Proses perhatian melibatkan pemusatan
pikiran dan tugas tertentu sambil berusaha mengabaikan stimulus lain yang
mengganggu atau tidak relevan. Para ahli psikologi membagi perhatian ini
kedalam tipe-tipe, yaitu:
1. Perhatian
selektif
Perhatian
selektif adalah berkonsentrasi pada aspek spesifik dari pengalaman yang relevan
dan mengabaikan pengalaman yang tidak relevan. Berkonsentrasi pada satu suara
diantara suara-suara lain dalam suatu ruangan yang bising, atau restoran yang
ramai, merupakan contoh perhatian selektif. Ketika anda berkonsentrasi pada
jari-jari kaki anda, anda sedang melakukan perhatian selektif.
2.
Perhatian terbagi
Perhatian terbagi adalah konsentrasi pada
beberapa aktivitas secara bersamaan. Jika anda mendengarkan music atau
televisi, sambil membaca artikel ini, anda melakukan perhatian terbagi.
3. Perhatian
berkelanjutan
Perhatian
berkelanjutan adalah kesiapan mendeteksi
dan merespons perubahan-perubahan kecil yang terjadi secara acak dilingkungan.
Perhatian terus menerus juga disebut kewaspadaan. Sebagai contoh, ketika
membaca buku dari awal sampai akhir tanpa ada gangguan.
4. Perhatian
eksekutif
Perhatian
eksekutif adalah mencakup perencanaan tindakan, mengalokasikan perhatian pada
tujuan, deteksi kesalahan dan kompensasi, memantau kemajuan pada tugas-tugas,
dan berurusan dengan kondisi yang baru atau sulit. Sebagai contoh, secara efektif
menyebarkan perhatian agar terlibat dalam tugas-tugas kognitif saat menulis
makalah sebanyak 10 halaman dalam makalah.
Salah satu yang faktor penyebab
perhatian terbagi pada anak-anak atau remaja adalah multitasking, yaitu melibatkan tidak hanya membagi perhatian antara
dua kegiatan tetapi bias melibatkan perhatian tiga atau lebih. Pengaruh paling
besar dalam peningkatan multitasking adalah ketersediaan beberapa media
elektronik. Banyak anak dan remaja memiliki berbagai media elektronik. Hal ini
tidak biasa bagi remaja untuk secara bersamaan membagi perhatian mereka antara
pekerjaan, pesan singkat, aktif didunia maya, dan melihat daftar lagu iTunes.
Multitasking bersifat menguntungkan
karena menghadirkan perluasaan infromasi
bagi anak dan remaja serta penguasaan otak untuk berbagi sumber daya
pengolahan. Multitasking juga bisa mengganggu karena dapat mengalihkan
perhatian dari apa yang mungkin lebih pernting pada dunia nyata.
Perhatian terus-menerus dan
eksekutif merupakan aspek yang sangat penting dari perkembangan kognifik.
Ketika anak-anak dan remaja diperlukan untuk terlibat dalam tugas-tugas lebih
besar, yang semakin kompleks yang membutuhkan jangka waktu lebih lama untuk
menyelesaikannya, kemampuan mereka untuk mempertahankan perhatian sangat penting
bagi keberhasilan tugas-tugasnya. Peningkatan perhatian eksekutif mendukung
peningkatan pesat dalam control penuh usaha yang diperlukan untuk secara
efektif terlibat dalam tugas-tugas akademi yang komplek.
B. PERUBAHAN PERKEMBANGAN
Perkembangan
adalah suatu perubahan fungsional yang bersifat kualitatif, baik dari
fungsi-fungsi fisik maupun mental sebagai hasil keterkaitannya dengan pengaruh
lingkungan.
Perkembangan
terjadi dalam kehidupan manusia karena hasil dari proses pematangan fungsi
psikis dan fisik dan kemudian juga dapat di dukung pula oleh faktor lingkungan.
Perkembangan ditunjukkan dengan perubahan yang bersifat sistematis, progresif
dan berkesinambungan.
1. Perubahan Bersifat
Sistematis
Perubahan
dalam perkembangan yang ditunjukkan dengan adanya saling ketergantungan atau
saling mempengaruhi antara aspek-aspek fisik dan psikis dan merupakan satu
kesatuan yang harmonis. Misalnya anak diperkenalkan bagaimana cara memegang
pensil, membuat huruf-huruf dan diberi latihan oleh orang tuanya. Kemampuan
belajar menulis akan mudah dan cepat dikuasai anak apabila proses latihan
diberikan pada saat otot-ototnya telah tumbuh dengan sempurna, dan saat untuk
memahami bentuk huruf telah diperoleh. Dengan demikian anak akan mampu memegang
pensil dan membaca bentuk huruf.
2. Perubahan Bersifat
Progresif
Perkembangan
yang ditunjukkan dengan adanya perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat
dan mendalam baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Misalnya, perubahan
pengetahuan dan kemampuan anak dari yang bersifat sederhana berkembang ke arah
yang lebih kompleks.
3. Perubahan Bersifat Berkesinambungan
Berkesinambungan ditunjukkan dengan
adanya perubahan yang berlangsung secara beraturan atau berurutan, tidak
bersifat meloncat-loncat atau karena unsur kebetulan. Misalnya, agar anak mampu
berlari maka sebelumnya anak harus mampu berdiri dan merangkak terlebih dahulu.
Melalui belajar anak akan berkembang, dan akan mampu mempelajari hal-hal yang
baru. Perkembangan akan dicapai karena adanya proses belajar, sehingga anak
memperoleh pengalaman baru dan menimbulkan perilaku baru.
Perkembangan
dapat bersifat evolusi maupun inevolusi artinya bahwa perkembangan yang terjadi
pada manusia tidak hanya mengalami kemajuan akan tetapi juga dapat mengalami
kemunduran. Perkembangan terjadi karen kematangan pola-pola dasar tingkah laku
dan bukan merupakan hasil dari proses belajar.
Ada
beberapa perkembangan pada manusia seperti :
1. Perkembangan fisik
Perkembangan
fisik pada manusia dapat mencakup pertumbuhan biologis. Misalnya pertumbuhan
otot,otak.tulang,serta penuaan dengan berkurangnya ketajaman pandangan mata dan
berkurangmya kekuatan-kekuatan otot.
2. Perkembangan
Kognitif
Perkambangan
kognitif pada manusia mencakup perubahan-perubahan dalam berfikir, kemampuan
berbahasa yang terjadi melalui proses belajar.
3. Perkembangan
Psikososial
Perkembangan
psikososial berkaitan dengan perubahan-perubahan emosi dan identitas pribadi
individu yaitu bagaimana seseorang berhubungan dengan keluarga, teman-teman,
dan gurunya.
Perkembangan
pada manusia pada dasarnya melalui fase-fase atau tahap demi tahap namun
perkembangan ini tidak selamanya teratur, dapat maju maupun mundur akan tetapi
pada dasarnya perkembangan tidak terjadi secara meloncat-loncat.
Dalam
perkembangan seseorang harus menguasai dulu perkembangansebelum menginjak tahap
ke berikutnya karena setiap keberhasilan tahap dan tugas perkembangan dibangun
atas dasar penyelesaian tahap perkembangan sebelumnya kemudian diikuti oleh
tahap perkembangan yang lain.
Fase
merupakan tahapan-tahapan perkembangan yang di alami oleh manusia. Sedangkan
tugas yaitu suatu peran yang harus di jalani seseorang dalam setiap fasenya. Fase
pada manusia berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Namun kegiatan
belajar ini bukan merupakan kegiatan belajar yang ilmiah. Hal-hal yang dapat
menimbulkan tugas-tugas perkembangan diantaranya adaanya kematangan fisik
tertentu pada fase perkembangan tertentu, adanya dorongan cita-cita psikologis
manusia yang sedang berkembang itu sendiri, dan adanya tuntutan kultural
masyarakat.
Beberapa
fase tahapan perkembangan anak sesuai dengan usianya:
1.
Perkembangan anak usia dini (jenjang TK)
Merupakan
bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Perkembangan pada usia ini
mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, sosial emosional, serta
bahasa. Untuk membantu mengembangkan anak usia dini bisa menggunakan lagu atau
instrument untuk transisi dari waktu bermain ke waktu belajar.
2.
Perkembangan
anak sekolah dasar
Anak usia SD (6-12
tahun) disebut sebagai masa anak-anak (midle childhood).
Pada masa inilah disebut sebagai usia matang bagi anak-anak untuk belajar. Hal
ini dikarenakan anak-anak menginginkan untuk menguasai kecakapan-kecakapan baru
yang diberikan oleh guru di sekolah. Salah satu tanda permulaan periode
bersekolah ini ialah sikap anak terhadap keluarga tidak lagi egosentris
melainkan objektif dan empiris terhadap dunia luar. Jadi dapat disimpulkan
bahwa telah ada sikap intelektualitas sehingga masa ini disebut periode intelektual.
Pada masa ini secara relatif anak-anak mudah untuk dididik daripada masa
sebelumnya dan sesudahnya. Salah satu strategi yang digunakan untuk
perkembangan anak sekolah dasar adalah dengan berfocus masuk ke peran.
3.
Perkembangan anak
sekolah menengah
Perkembangan kognitif
utama yang dialami pada masa anak sekolah menengah adalah formal operasional,
yang mampu berpikir abstrak dengan menggunakan simbol-simbol tertentu atau
mengoperasikan kaidah-kaidah logika formal yang tidak terikat lagi oleh
objek-objek yang bersifat konkrit, seperti peningkatan kemampuan analisis,
kemampuan mengembangkan suatu kemungkinan berdasarkan dua atau lebih
kemungkinan yang ada, kemampuan menarik generalisasi dan inferensasi dari
berbagai kategori objek yang beragam. Selain itu, ada peningkatan fungsi
intelektual, kapabilitas memori dalam bahasa dan perkembangan konseptual.
Dengan kata lain, bahasa merupakan salah satu alat vital untuk kegiatan
kognitif.
4.
Perkembangan sekolah
tinggi
Kemampuan
kognitif terus berkembang selama masa sekolah tinggi. Akan tetapi, bagaimanapun tidak semua
perubahan kognitif pada masa ini mengarah pada peningkatan potensi.
Kadang-kadang beberapa kemampuan kognitif mengalami kemerosotan seiring dengan
pertambahan usia. Meskipun demikian sejumlah ahli percaya bahwa kemunduran
keterampilan kognitif yang terjadi terutama pada masa tersebu dapat ditingkatkan kembali melalui
serangkaian pelatihan.
3. INGATAN
A. PENGERTIAN INGATAN
Ingatan atau sering
disebut memory adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak
dalam pengambilan informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam di
psikologi kognitif dan ilmu saraf. Pada umumnya para ahli memandang
ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang
telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan hal
tersebut pernah dimasukkan kedalam jiwanya dan disimpan kemudian pada suatu
waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Ingatan merupakan
kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning) atau pengodean, menyimpan
(retention) dan menimbulkan atau
pengambilan kembali apa yang pernah dialami (remembering).
B. PENGODEAN
Dalam bahasa
sehari-hari, pengodean memiliki banyak kesamaan dangan perhatian dan
pembelajaran. Pengodean terdiri atas sejumlah proses :
1. Proses
latihan yaitu, pengulangan sadar informasi dari waktu ke waktu untuk
meningkatkan panjang waktu yang tetap dalam memori.
2. Pengolahan mendalam
Pernyataan tentang tingkat teori pemrosesan menyatakan bahwa
pemrosesan ingatan terjadi di kontinum dari dangkal sampai dalam, dengan
pengolahan yang lebih dalam akan menghasilkan memori yang lebih baik. Para
peneliti telah menemukan bahwa orang mengingat informasi lebih baik ketika
mereka memprosesnya secara mendalam ( Otten, Henson, & Rugg, 2001 ).
3. Elaborasi
Maaf memori dari penggunaan elaborasi, mengacu pada banyaknya
informasi dalam proses pengodean. Penggunaan elaborasi akan berubah dalam
perkembangannya (Schneider, 2011). Salah satu alasan elaborasi bekerja dengan
baik dalam pengodean adalah bahwa elaborasi menambah kekhasan kode memori.
4. Membangun gambar
Ketika kita membangun
sebuah citra dari sesuatu, maka kita malakukan penguraian informasi. Allan
Paivio (1971, 1986) berpendapat bahwa memori disimpan dengan salah satu dari
dua cara yaitu, sebagai kode verbal atau sebagai kode gambar berupa gambar
label atau gambar mental. Semakin rinci dank has kode gambar, maka semakin baik
memori dalam mengingat informasi.
5. Organisasi
Menyajikan informasi dengan secara terorganisasi maka akan
mudah untuk mengingatnya terutama jika mengatur informasi secara hierarki atau
garis besar.
6. Membingkah
Membingkah adalah strategi pengorganisasian memori yang
menguntungkan yang melibatkan pengelompokan. Proses membingkah bekerja dengan
membuat sejumlah informasi besar lebih mudah dikelola dan lebih bermakna.
C.
PENYIMPANAN
Ingatan disimpan dalam
tiga sistem penyimpanan informasi, yaitu memori sensori (sensory memory),
memori jangka pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term
memory).
1. Memori Sensoris
Memori sensoris adalah
ingatan yang berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh
pancaindera. Setiap pancaindera memiliki satu macam memori sensoris. Memori
Sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus
diambil. Jadi, di dalam diri manusia ada beberapa macam sensori-motorik, yaitu
sensori-motorik visual (penglihatan), sensori-motorik audio (pendengaran), dan
sebaganya. Memori sensorik cukup pendek,
dan biasanya akan menghilang segera setelah apa yang kita rasakan berakhir.
Sebagai contoh, ketika anda melihat. Kita melihat ratusan hal ketika berjalan
selama beberapa menit. Meskipun perhatian tertuju oleh sesuatu yang anda lihat,
itu segera terlupakan oleh sesuatu yang lain yang menarik perhatian anda di
antara sekian banyak yang ditangkap indera penglihatan.
Ketika kita mendengar
sesuatu, melihat sesuatu, atau meraba sesuatu, informasi-informasi dari
indera-indera itu diubah dalam bentuk impuls-impuls neural (bentuk neuron) dan
dikirim ke bagian-bagian tertentu dari otak. Proses tersebut berlangsung dalam
sepersekian detik.
Sebenarnya memori
sensoris berkapasitas besar untuk menyimpan informasi, akan tetapi yang
disimpan tersebut cepat sekali menghilang, dikatakan bahwa informasi tersebut
akan menghilang setelah sepersepuluh detik, lalu akan menghilang sama sekali
setelah lewat dari satu detik.
Keberadaan memori
sensoris mempunyai peran yang penting dalam hidup manusia. Orang harus menaruh
perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Dengan begitu
ada proses seleksi dari kesadaran, mana informasi yang diperlukan dan mana yang
tidak.
2. Memori Jangka
Pendek
Memori jangka pendek
atau sering disebut dengan short-term memory atau working memory adalah suatu
proses penyimpanan memori sementara, artinya informasi yang disimpan hanya
dipertahankan selama informasi tersebut masih dibutuhkan. Ingatan jangka pendek
adalah tempat kita menyimpan ingatan yang baru saja kita pikirkan. Ingatan yang
masuk dalam memori sensoris diteruskan kepada ingatan jangka pendek. Ingatan
jangka pendek berlangsung sedikit lebih lama dari memori sensoris, selama anda
menaruh perhatian pada sesuatu, anda dapat mengingatnya dalam ingatan jangka
pendek.
Dari memori jangka
pendek ini, ada sebagian materi yang hilang, sebagian lagi diteruskan ke dalam
ingatan jangka panjang. Jika kita mengingat kembali akan suatu informasi,
informasi dari ingatan jangka panjang tadi akan dikembalikan ke ingatan jangka
pendek. Misal, pada nomor telepon yang telah anda ulang terus sampai anda bisa
menuliskannya, dan nomor tersebut akan tetap tersimpan dalam memori anda selama
anda aktif memikirkannya. Jika anda berhenti memberikan perhatian pada itu,
maka akan terhapus dalam waktu 10-20 detik. Dalam rangka untuk mengingat
sesuatu berikutnya, otak mentransfernya ke memori jangka panjang. Proses
mengingat nomor telepon, pada kenyataannya, suatu cara untuk memindahkan nomor
dari memori jangka pendek ke memori
jangka panjang.
Jumlah informasi yang
bisa disimpan dalam memori jangka pendek sangat terbatas. Hanya lima hingga
sembilan informasi saja yang dapat berada dalam memori jangka pendek sekaligus.
Setiap kali anda memberikan perhatian ke informasi baru yang berasal dari
memori sensorik, Anda harus mendorong keluar sesuatu yang telah anda perhatikan
sebelumnya. Misalnya, jika ada sesuatu yang mengganggu konsentrasi anda ketika
berlatih mengulang nomor telepon sebelum informasi nomor tersebut mencapai ke
memori jangka panjang, maka informasi akan terlempar keluar dan anda harus
melihat dan mengingat kembali.
Memori jangka pendek
terdiri dari tiga unit terpisah;
·
Putaran fonologi
Menyimpan dan mengingat kembali kata-kata yang saat itu
sedang dipikirkan. Baddeley (1975) dalam penelitiannya, meminta partisipan
mengingat kembali beberapa daftar pendek berisi kata-kata secara berurutan. Ia
menemukan bahwa partisipan mampu mengingat kata-kata yang mereka sebutkan dalam
dua detik. Kesimpulannya, putaran fonologi dapat menyimpan kata dengan baik
dalam dua detik.
·
Memori kerja
visuospasial
Menyimpan informasi visual dan spasial, termasuk citra
visual. Seperti lingkaran fonologi memori kerja visuospasial memiliki kapasitas
terbatas. Putaran fonologi dan memori kerja visuospasial memeiliki fungsi
independen.
·
Para eksekutif pusat
Mengintegrasikan informasi tidak hanya dari lingkaran
fonologi dan memori kerja visuospasial, tetapi juga dari memori jangka panjang.
Tiga studi terbaru menggabrakan bagaimana memori kerja
berperan penting dalam perkembangan kognitif anak:
1. Memori bekerja dan mengontrol perhatian memperkirakan
pertumbuhan dalam munculnya bakat kesastraan dan matematis pada anak-anak muda
dalam keluarga berpenghasilan rendah (Welsh & lain, 2010)
2. Kapasitas memori yang bekerja pada anak usia 9 sampai 10
tahun memperkirakan pemahaman bahasa asing dua tahun kemudian pada usia 11
sampai 12 tahun (Andersson, 2010).
3. Kapasitas memori kerja memprediksi berapa banyak item dalam
daftar yang harus diingat oleh anak kelas 4 dari item yang dilupakan (Asia,
Zellner, & Bauml, 2010).
3. Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang (long term
memory) adalah suatu proses memori atau ingatan yang bersifat permanen, artinya
informasi yang disimpan sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang.
Kapasitas yang dimiliki ingatan jangka panjang ini tidak terbatas. Memori jangka
panjang adalah gundangnya informasi yang dimiliki oleh manusia. Ingatan
jangka panjang berisi informasi dalam
kondisi psikologis masa lampau, yaitu semua informasi yang telah disimpan,
tetapi saat ini tidak sedang dipikirkan.
Informasi yang disimpan dalam ingatan
jangka panjang diduga dapat bertahan dalam waktu yang panjang bahkan selamanya.
Kehilangan ingatan pada ingatan jangka panjang ini hanya dimungkinkan apabila
seseorang mengalami kerusakan fungsional dari sistem ingatannya.
Proses masuknya informasi ke dalam
memori jangka panjang tetap melalui tahap memori sensoris. Pada tahap ini
informasi dari luar yang diterima oleh indera diubah menjadi impuls-impuls
neural sesuai dengan masing-masing fungsi indera, kemudian impuls-impuls neural
yang mengandung informasi ini diteruskan ke ingatan jangka pendek. Setelah
informasi masuk ke dalam ingatan jangka pendek, di seleksi sedemikian rupa mana
yang dianggap penting dan tidak, kemudian diteruskan ke ingatan jangka panjang.
Sebelum masuk ke memori jangka panjang,
informasi yang telah disaring pada ingatan jangka pendek, perlu dilakukan
proses semantic atau imagery coding. Jadi, memori jangka panjang akan melakukan
penyaringan informasi berdasarkan arti dari informasi tersebut, makna, keadaan
emosi, gambaran akibat dan sebagainya, oleh karena itu penyimpanan informasi
dapat berlangsung secara permanen.
Tujuan sebuah informasi dimasukkan ke
dalam memori jangka panjang adalah untuk Anda ingat selamanya. Hebatnya,
ingatan yang telah tersimpan dalam memori jangka panjang bisa anda munculkan
kembali saat Anda menginginkannya. Kemampuan mengenang atau menarik ingatan
kembali ini disebut recall memory. Ketika seseorang yang anda sayangi pergi
dari sisi anda, mungkin anda akan mengingat kembali kenangan-kenangan yang
tersimpan dalam memori jangka panjang Anda. Anda dapat mengingat dengan sangat
detil bahkan tanpa Anda sadari bahwa Anda telah menyimpan informasi tersebut.
Anda mungkin mengenang tempat di mana Anda menghabiskan waktu dengan orang
tersebut dengan mengingat pemandangan, bau dan bahkan perasaan dengan akurasi
yang mengejutkan.
4.
Isi
Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang dibagi menjadi dua subtype yaitu,
1. Memori
Deklaratif adalah ingatan sadar informasi, seperti fakta-fakta atau peristiwa
tertentu yang dapat dikomunikasikan secara verbal. Memori deklaratif disebut
“mengetahui bahwa” (versus “mengetahui bagaimana”) dan baru-baru ini diberi
label “memori eksplisit” (versus “memori implisit”). Memori deklaratif terbagi
menjadi dua bagian yaitu:
¨
Memori episodik adalah retensi
informasi tentang di mana dan kapan kejadian hidup.
¨
Memori semantic adalah adalah
pengetahuan umum seorang individu tentang dunia, identitas independen individu
dengan masa lalu.
Memori ini semantic meliputi :
·
Pengetahuan seperti yang dipelajari
disekolah (pengetahuan geometric).
·
Pengetahuan dalam berbagai bidang
keahlian (penegetahuan catur).
·
Pengetahuan “setiap hari”tentang makna
kata-kata, orang-orang terkenal, tempat-tempat penting, dan hal-hal umum
(seperti arti kata pertinacious atau siapa Nelson Mandela).
2. Memori
non-deklaratif adalah pengetahuan procedural dalam bentuk keterampilan dan
operasi kognitif. Memori non-deklaratif tidak dapat diingat secara sadar,
setidaknya tidak dalam bentuk pristiwa fakta tertentu.
5.
Menggambarkan
Informasi Dalam Memori
Menggambarkan informasi dalam memori
ada tiga teori utama, yaitu jaringan, skema, dan jejak kabur.
a. Teori
jaringan, teori yang menggambarkan bagaimana informasi dalam memori diatur dan
terhubung, mereka menekankan simpul dalam jaringan memori.
b. Teori
skema, teori yang didasarkan pada premis bahwa ketika kita membangun informasi,
kita menyatukannya dengan informasi yang sudah ada dalam pikiran kita. Dan yang
dimaksud dengan skema adalah informasi konsep, pengetahuan, informasi tentang pristiwa
yang sudah ada dalam pikiran seseorang.
c. Skip,
skema untuk sebuah kejadian. Skip sering mengandung informasi tentang ciri-ciri
fisik, orang, dan kejadian khas, jenis informasi yang membantu ketika mencari
tahu apa yang terjadi disekitarnya.
d. Teori
jejak kabur, yaitu variasi lain dari bagaimana individu merekonstruksi ingatan
mereka. Pernyataan bahwa memori yang paling baik dipahami dengan
mempertimbangkan dua jenis representasi memori :
1. Jejak
memori verbatim, yang terdiri atas rincian yang tepat.
2. Jejak
kabur, atau inti, yang merupakan ide sentral dari informasi.
Dalam teori ini,
memori anak lebih baik dikaitkan dengan jejak kabur yang dibuat dengan
mengekstraksi inti n informasi.
D. PENGAMBILAN DAN MELUPAKAN
Faktor
yang mempengaruhi pengambilan adalah sifat isyarat yang digunakan seseorang
untuk membangkitkan memori (Homa, 2008). Pertimbangan lain dalam memahami
pengambilan adalah prinsip kekhususan pengodean yaitu prinsip bahwa asosiasi
yang terbentuk pada saat pengodean atau pembelajaran cenderung menjadi isyarat
pengambilan yang efektif. Semakin banyak uraian yang digunakan dalam pengodean
informasi, maka semakin baik memori mereka akan informasi.
Aspek lain dari pengambilan adalah
sifat dari tugas pengambilan itu sendiri. Memanggil adalah tugas memori dimana
individu harus mengambil informasi yang dipelajari sebelumnya. Pengakuan adalah
tugas memori dimana individu hanya harus menidentifikasi (mengenali) informasi
yang sudah dipelajari, seperti yang sering terjadi pada tes pilihan ganda.
Melupakan isyarat bergantung dalah
kegagalan pengambilan yang disebabkan oleh kurangnya petunjuk pengambilan yang
efektif. Gagasan melupakan isyarat bergantung dapat menjelaskan mengapa siswa
mungkin gagal untuk mengambil fakta yang dibutuhkan untuk ujian, bahkan ketika
dia yakin bisa tahu informasi tersebut. Prinsip melupakan isyarat bergantung
ini konsisten dengan teori gangguan, yang menyatakan bahwa kita lupa bukan
karena kita benar-benar kehilangan memori dari penyimpanan malainkan karena
informasi lain menghalangi apa yang coba kita ingat.
Sumber lain dari melupakan adalah
pembusukan memori. Menurut teori prluruhan pembelajaran baru yang melibatkan
penciptaan jejak memori neurokimia pada akhirnya akan luruh. Dengan demikian
teori peluruhan menunjukan bahwa perjalanan waktu bertanggungjawab pada
melupakan. Penelitian memori terdepan sekarang mengacu pada melupakan yang
terjadi dengan berlalunya waktu sebagai kefanaan (Daniel Schacter 2001).
Peluruhan memori pada kecepatan yang berbeda. Beberapa kenangan yang hidup dan
bertahan untuk jangka waktu yang lama, terutama ketika mereka memiliki
ikatan-ikatan emosional.
4. KEAHLIAN
Keahlian disini berhubungan dengan kemampuan kita
untuk mengingat informasi baru tentang subjek. Kemampuan kita untuk mengingat informasi
suatu subjek bergantung apa yang telah kita ketahui tentangnya (Carver &
Klahr, 2001; Ericson & yang lainnya, 2006; Keil 2006). Sebagai contoh,
kemampuan seorang siswa untuk menceritakan apa yang ia lihat ketika ia berada
di perpustakaan sebagian besar ditentukan oleh apa yang telah ia ketahui
tentang perpustakaan, seperti dimanakah letak buku dengan topic tertentu dan
cara meminjam buku. Apabila pengetahuannya akan perpustakaan sangat sedikit,
siswa tersebut akan memiliki lebih banyak kesulitan dalam meceritakan apa yang
ada di sana. Salah satu alasan mengapa anak mengingat lebih sedikit ketimbang
orang deawasa adalah karena mereka kurang ahli dalam banyak bidang.
1.
Keahlian dan Pembelajaran
Mempelajari perilaku dan proses pikiran para ahli bisa
memberikan kita wawasan tentang cara membimbing para siswa untuk menjadi
pelajar yang lebih efektif. Menurut Dewan Penelitian Nasional(1999),mereka
lebih baik daripada pemula dalam hal berikut:
a. Mendeteksi
fitur dan pola bermakna informasi
b. Mengumpulkan lebih banyak konten
pengetahuan dan mengaturnya dengan cara menunjukkan pemahaman tentang topik
c. Mendapatkan
kembali aspek pengetahuan yang penting dengan sedikit usaha.
d. Beradaptasi
pendekatan dengan situasi baru
e. Menggunakan
stratetegi yang efektif
2.
Pola Organisasi yang Bermakna
Di dalam mendeteksi fitur dan pola organisasi yang
berarti ini para ahli lebih baik dalam memperhatikan fitur – fitur penting dari
masalah dan konteks yang mungkin diabaikan oleh para pemula (Bransford &
yang lainnya, 2006). Para ahli juga memiliki pengingatan kembali yang lebih
baik akan informasi dalam bidang keahlian mereka.
3.
Organisasi dan Kedalaman Pengetahuan
Pengetahuan para ahli diatur di sekitar idea tau
konsep penting lebih baik bila dibandingkan dengan pengetahuan para pemula
(National Research Council, 1999). Ini memberi para ahli pemahaman yang jauh
lebih mendalam akan pengetahuan dibandingkan yang dimiliki para pemula
(Bransford &yang lainnya, 2006; Simon, 2001; Voss & yang lainnya,
1984). Para ahli bidang tertentu biasanya memiliki jaringan informasi yang jauh
lebih terelaborasi tentang bidang tersebut dibandingkan para pemula. Informasi
yang mereka hadirkan dalam memori mempunyai lebih banyak titik temu, lebih
banyak keterkaitan, dan organisasi hierarki yang lebih baik.
4.
Pemanggilan Cepat
Pengambilan kembali informasi yang relevan dapat
dilakukan dengan banyak usaha, sedikit usaha, atau tanpa usaha sama sekali
(National Research Council, 1999). Para ahli mendapatkan mendapatkan kembali
informasi dalam cara yang hamper tanpa usaha dan otomatis, sementara para
pemula mengembangkan banyak usaha untuk mendapatkan kembali informasi. Sebagai
contoh, para pembaca yang sudah ahli bisa dengan cepat menandai kata-kata dari
sebuah kalimat dan paragraf namun kemampuan para pembaca yang masih pemula
untuk mengkodekan kata – kata masih belum lancar, sehingga mereka harus
mengalokasikan banyak perhatian.
5.
Keahlian Adaptif
Pertanyaan penting lainnya adalah apakah beberapa cara
dalam menata pengetahuan adalah lebih baik ketimbang cara lainnya dalam rangka
membantu orang lebih fleksibel dan beradaptai dengan situasi baru (Dewan Riset
Nasional,,hlm.33).Ahli adaptif dapat melakukan pendekatan terhadap situasi baru
dengan fleksibel dari pada selalu menanggapi dengan rutinitas tetap dan
kaku(Gambrell,Malloy,dan Anders-Mazzoni,2007).
6.
Strategi
Para ahli menggunakan strategi yang efektif dalam
memahami informasi dalam bidang keahlian mereka dan dalam mengajukannya. Adapun
beberapa strategi efektif yang bisa dikembangkan siswa untuk menjadi ahli dalam
pembelajaran:
a. Menyebarkan dan
mengonsolidasi pembelajaran
Proses belajar siswa akan banyak tertolong apabila
dosen bicara dengan mereka tentang arti penting dari review atas apa yang telah
mereka pelajari. Contohnya seperti pembelajaran yang membutuhkan periode yang
lebih lama seperti mempersiapkan UAS,bagi siswa yang mepersiapkan ujian akan
mendapatkan manfaat dari distribusi pembelajaran selama periode yang lebih lama
daripada hanya pembelajaran yang tergesa – gesa yang cenderung menghasilkan
memori jangka pendek yang diproses secara dangkal, bukanya secara mendalam.
b. Mengajukan
pertanyaan untuk diri sendiri
Strategi pengajuan pertanyaan untuk diri sendiri ini
bisa membantu anak dalam mengingat informasi.Ketika anak menanyai diri mereka
sendiri tentang apa yang telah mereka baca atau tentang satu kegiatan,mereka
memperluas jumlah asosiasi dengan informasi yang mereka butuhkan untuk diambil.
c. Mencatat dengan
baik
Mencatat adalah strategi yang bagus untuk menjadikan
anak ahli dalam pembelajaran karena hal ini akan memberikan manfaat untuk
mereka. Adapun beberapa strategi pencatatan yang bagus yaitu ringkasan, menulis
garis besar, peta konsep. Ketiga strategi pencatatan tersebut membantu anak –
anak memgevaluasi ide yang paling penting untuk diingat.
d. Menggunakan
sistem studi
Sistem studi yang baru dikembangkan untuk menjadikan
anak ahli dalam pembelajaran adalah PQ4R yang merupakan singkatan dari Preview, Question, Read, Reflect, Recite dan Review.
1) Preview adalah
memberitahu siswa untuk secara singkat menyurvei materi guna mendapatkan
organisasi secara keseluruhan.
2) Question berarti
mendorong siswa mananyai diri mereka sendiri tentang materi tersebut.
3) Read berarti
mendorong siswa untuk membaca dan
menjadi pembaca yang aktif.
4) Reflect berarti mendorong siswa untuk bersikap analitis dalam
belajar.
5) Recite berarti Mendorong
siswa untuk membuat pertanyaan mengenai materi tersebut.
6) Review berarti memeberitahu siswa untuk membaca lagi seluruh
materi dan mengevaluasi apa yang mereka ketahui.
7. Memperoleh Keahlian
Dalam memperoleh keahlian, maka ada
dua hal yang harus menjadi perhatian, yaitu:
a. Latihan dan motivasi
Latihan yang disengaja adalah syarat untuk menjadi
seorang ahli atau pakar. Ini bukan hanya satu jenis latihan. Ini meliputi
latihan tugas pada level kesulitan yang tepat untuk individual, memberikan
umpan balik informasi, mengizinkan kesempatan untuk repitisi, dan mengizinkan
koreksi kesalahan (Ericson, 1996). Latihan yang panjang itu membutuhkan
motivasi yang besar.
b. Bakat
Sejumlah psikolog yang mempelajari keahlian
berpendapat bahwa keahlian bukan hanya membutuhkan latihan dan motivasi tetapi
juga bakat(Hunt,2006;Strenberg,2009) meskipun deminkian bakat yang dibawa tidak
akan berhasil tanpa adanya motivasi dan latihan.
5. METAKOGNISI
Pengetahuan metakognitif bisa dibedakan dari aktivitas
metakognitif. Pengetahuan metakognitif melibatkan pemantauan dan refleksi
pemikiran terbaru seseorang. Ini mencakup pengetahuan factual, seperti
pengetahuan tentang tugas, tujuan diri sendiri dan pengetahuan strategis,
seperti bagaimana kita menggunakan prosedur tersebut dalam menyelesaikan suatu
masalah. Aktivitas metakognitif terjadi ketika para siswa secara sadar
menyesuaikan dan mengatur strategi pemikiran mereka selama menyelesaikan
permasalahan dan pemikiran yang memiliki maksud tertentu (Ferrari & Sternberg,
1998;Khun,dan lainnya, 1995).
Seorang ahli dalam pemikiran anak-anak, Denna Khun berpendapat bahwa metakognisi seharusnya merupakan fokus dari usaha untuk membantu anak-anak pemikir kritis yang lebih baik, terutama dalam tingkat menengah pertama dam menengah atas. Ketrampilan kognitif urutan pertama memungkinkan anak-anak untuk mengetahui tentang dunia (dan telah merupakan fokus utama dari program pemikran kritis), dan ketrampilan kognitif urutan kedua-ketrampilan meta pengetahuan- yang melibatkan pengetahuan tentang diri sendiri dan orang lain.
Seorang ahli dalam pemikiran anak-anak, Denna Khun berpendapat bahwa metakognisi seharusnya merupakan fokus dari usaha untuk membantu anak-anak pemikir kritis yang lebih baik, terutama dalam tingkat menengah pertama dam menengah atas. Ketrampilan kognitif urutan pertama memungkinkan anak-anak untuk mengetahui tentang dunia (dan telah merupakan fokus utama dari program pemikran kritis), dan ketrampilan kognitif urutan kedua-ketrampilan meta pengetahuan- yang melibatkan pengetahuan tentang diri sendiri dan orang lain.
1.
Perubahan
Perkembangan
Banyak studi perkembangan yang diklasifikasikan
sebagai “metakognitif” memfokuskan pada meta memori, atau pengetahuan tentang
mamori. Ini mencakup pengetahuan umum tantang memori, seperti pengtahuan bahwa
tes pengenalan lebih mudah ketimbang tes mengingat. Pada usia lima atau enam
tahun, anak biasanya mengetahui bahwa item yang familiar lebih mudah untuk
dipelajari ketimbang item yang kurang dikenal, bahwa daftar pendek lebih mudah ketimbang
mengingat dan bahwa lupa lebih mungkin terjadi seiring dengan berjalannya waktu
(lyon & Flavell, 1993).
2. Model Pemrosesan Informasi yang Baik
Para ahli yakin bahwa ada tiga langkah utama untuk
menjadikan kognisi anak-anak menjadi baik, yaitu:
a. Anak-anak diajarkan oleh orang tua atau guru untuk
menggunakan strategi tertentu. Semakin sering anak-anak diberikan stimulasi
intelektual baik disekolah maupun dirumah maka akan memperbanyak strategi
spesifik yang akan mereka temui dan mereka pelajari.
b. Guru dapat menunjukkan persamaan dan perbedaan dalam
banyak strategi dalam bidang tertentu.Seperti matematika ,yang memotivasi siswa
untuk melihat fitur berbagi startegi yang berbeda.Hal ini menyebabkan
relasional yang lebih baik.
c. Siswa mengenali manfaat umum dari penggunaan strategi
yang nantinya menghasilkan pengetahuan strategi umum. Mereka berusaha
menggabungkan hasil pembelajaran yang dirasa berhasil dengan hasil pembelajaran
dengan usaha yang mereka kerahkan dalam mengevaluasi, memilih dan memantau
penggunaan strategi (pengetahuan dan aktivitas metakognitif).
2. Strategi dan Regulasi Metakognitif
Kunci dari pendidikan adalah membantu para siswa
mempelajari strategi yang kaya yang nantinya dapat menghasilkan solusi dari
sebuah masalah.Kebanyakan anak mendapatkan keuntungan dari menggunakan beberapa
startegi dan menjelajahi mana yang
bekerja dengn baik kapan dan di mana.Sebagai contoh guru dapat
memperagakan startegi untuk siswa mengajukkan pertanyaan yang membantu
pemikiran panduan siswa dalam berbagai bidang konten. Dengan latihan, para
siswa belajar untuk menjalankan strategi tersebut dengan lebih mudah dan lebih
cepat. Latihan berarti para siswa meggunakan strategi yang efektif secara terus
menerus sampai mereka benar-benar dapat melakukannya secara otomatis. Untuk
menjalankan strategi dengan efektif mereka harus menyimpan strategi tersebut
dalam jangka panjang, dan latihan. Para pelajar juga harus termotivasi untuk
menjalankan strategi ini, jadi upaya yang penting untuk membantu para siswa
mengembangkan strategi adalah setelah strategi dipelajari, mereka biasanya
membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempelajarinya sebelum dapat
menggunakannya secara efisien.
PENUTUP
Kesimpulan :
Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan:
Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang
menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari
suatu otak. Laura Bickford menceritakan bagaimana dia menggunakan setrategi
metakognitif, selain menangani metakognisi kita akan mengeksplirasikan apa
makna dari mengambil pendekatan pemrosesan informasi dalam mengajari dan
memeriksa. Tiga aspek penting dari kognisi yang meliputi perhatian, memori dan
keahlian sehingga siswa dapat memperoses informasi secara lebih efektif dalam
proses belajar dan pembelajaran di kelas.





ini dari bukunya santrock ya ka?????
ReplyDeleteizin copas
ReplyDelete